Jurusan Farmasi Kerja Apa? | Begini Gambaran Pekerjaan yang Bisa Kamu Pertimbangkan sebagai Anak Farmasi

Industri kesehatan akan selalu dibutuhkan di dalam kehidupan manusia. Terlebih dengan adanya perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup yang signifikan beberapa tahun belakangan ini. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menjadi pertimbangan bagi para calon mahasiswa untuk mengambil jurusan farmasi. Menurut Kompas, farmasi menjadi salah satu jurusan terpopuler di kalangan calon mahasiswa yang mengikuti seleksi perguruan tinggi. Namun seringkali jurusan farmasi dikaitkan hanya dengan pekerjaan sebagai apoteker saja. Hal ini juga menjadi pertimbangan bagi calon mahasiswa, masih banyak yang belum paham jika setelah lulus nanti seorang lulusan jurusan farmasi bisa kerja apa lagi selain menjadi apoteker. Tetapi, tahukah kamu bahwa ada beberapa peluang karir yang bisa kamu ambil setelah kamu lulus dari jurusan farmasi nanti.

Lalu apa saja peluang tersebut? Apakah pekerjaan tersebut masih relevan dengan jurusan farmasi?

BEGINI GAMBARAN PEKERJAAN YANG BISA KAMU PERTIMBANGKAN SEBAGAI ANAK FARMASI

Sesungguhnya ketika seorang mahasiswa memilih jurusan farmasi, kamu tidak hanya belajar tentang obat dan kegunaannya saja, tetapi juga belajar untuk mencampur, meracik, menganalisis, atau menciptakan obat yang memenuhi standar kualitas dan kelayakan. Dibutuhkan juga ketelitian yang tinggi dan pemahaman dari bahan-bahan racikan obat yang kira-kira dapat menjadi sebuah obat dengan efek samping seminimal mungkin.

Karena pengetahuan tentang obat yang luas inilah mengapa jurusan farmasi sering dikaitkan dengan apoteker, bahkan tidak sedikit lulusan jurusan farmasi yang bekerja sebagai apoteker di klinik, rumah sakit maupun instansi pemerintah setelah lulus. Faktanya masih ada beberapa peluang karir untuk kamu yang bingung masuk jurusan farmasi kerja apa nanti setelah lulus.

Ini dia 5 pekerjaan untuk kamu yang memilih jurusan farmasi,

  • Bekerja di Instansi Pemerintah

Bukan hanya sekedar menjadi apoteker yang bertugas dalam instansi pemerintah seperti TNI atau POLRI. Tetapi kamu bisa bekerja di dalam Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan departemen kesehatan. Kamu bisa menjadi bagian tim yang menganalisis obat-obatan, produk kecantikan hingga makanan yang akan diproduksi dan dipasarkan secara massal. Mengaplikasikan pengetahuan untuk melayani masyarakat luas, tentu bisa menjadi sebuah pekerjaan yang cukup menantang bagi lulusan jurusan farmasi.

  •  Peneliti Farmasi

Tidak hanya gaya hidup dan teknologi saja yang terus berkembang secara pesat, begitu juga dengan penyakit. Virus-virus yang terus berkembang dan bermutasi menjadi alasan munculnya banyak penyakit-penyakit baru dan berkembangnya penyakit yang sudah ada. Tentu penanganan dan obat yang diberikan kepada pasien juga harus up to date sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Menjadi lulusan jurusan farmasi kamu bisa menjadi seorang peneliti farmasi, dimana kamu akan diharapkan untuk bisa mengembangkan penelitian tentang obat atau bahkan menemukan obat-obat baru yang lebih mutakhir untuk membantu kesehatan banyak orang.

  • Tenaga Pengajar

Menjadi tenaga pengajar atau dosen juga merupakan sebuah peluang karir untuk kamu yang mengambil jurusan farmasi, terlebih jika kamu memiliki ketertarikan yang cukup kuat di bidang edukasi. Namun untuk menjadi seorang dosen diperlukan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dari S1. Sehingga kamu perlu untuk mengambil program kuliah S2 atau bahkan sampai dengan S3 dan lebih.

  • Content Writer

Perkembangan zaman yang juga merubah budaya dan lifestyle membuka peluang karir bagi lulusan jurusan farmasi menjadi lebih luas lagi. Tidak selalu menjadi apoteker atau bekerja di bidang teknis farmasi, tetapi kamu bisa mulai menulis blog dan memulai karir sebagai content writer. Dimana kamu bisa menuangkan pengalaman, hasil riset dan semua pengetahuan tentang farmasi yang kamu dapatkan selama masa perkuliahan. 

  • Beauty Digital Creator

Tidak hanya menulis saja, tetapi seorang digital creator juga membuat video, foto, dan grafik berisikan konten informatif yang kemudian didistribusikan melalui digital platform seperti instagram, blog, youtube dan masih banyak lagi. Melihat perilaku masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial dan Gen-Z yang semakin sadar akan kebutuhan produk kecantikan seperti make-up dan skincare membuka peluang yang semakin luas bagi kamu lulusan atau mahasiswa jurusan farmasi untuk menjadi seorang beauty digital creator. Menjadi seorang beauty digital creator kamu perlu membuat sebuah konten yang menyediakan berbagai informasi terkait produk kecantikan, seperti kandungan bahan yang terdapat di dalam produk kecantikan, kegunaan bahan tersebut, kepada siapa produk tersebut ditujukan (misal; seperti orang dengan kondisi kulit tertentu) dan apa saja efek samping penggunaan produk tersebut.

Nah, apakah sudah terbayang mau apply kerja apa? Memang jurusan farmasi kerap kali dikaitkan dengan pekerjaan sebagai apoteker. Tetapi ini adalah pilihan kita sendiri untuk mematahkan mindset tersebut dengan membuka peluang kerja yang lebih luas lagi. Terlebih sudah terjadi banyak perubahan dalam 2 tahun terakhir dan banyak ditemukan cross path dalam mencari pekerjaan. Sehingga, tidak ada lagi alasan untuk menutup peluang karir yang lebih besar sebagai bagian dari jurusan farmasi dan terpaku dengan pekerjaan sebagai apoteker saja.